Do'a Jendral Mc Athur


Doa Seorang Ayah (Douglas McArthur)
Tuhanku, jadikanlah anakku
seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya
...
berani menghadapi kala ia takut
yang bangun dan tidak runduk dalam kekalahan yang tulus
serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan

Oh Tuhan, jadikanlah anakku
seorang yang tahu akan adanya Engkau
dan mengenal dirinya, sebagai dasar segala pengetahuan

Ya Tuhan, bimbinglah ia
bukan di jalan yang gampang dan mudah
tetapi di jalan penuh desakan, tantangan dan kesukaran
Ajarilah ia: agar ia sanggup berdiri tegak di tengah badai
dan belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil

Ya Tuhan jadikanlah anakku
seorang yang berhati suci, bercita-cita luhur
sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu

Sesudah semuanya membentuk dirinya
aku mohon ya Tuhan
Rahmatilah ia, dengan rasa humor
sehingga serius tak berlebihan
berilah kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran

Ini semua ya Tuhan
dari kekuatan dan keagungan Mu itu
jika sudah demikian Tuhanku
Beranilah aku Berkata,
"Tak sia-sia hidup sebagai bapaknya"

(Sadari dosa yang nista)
 Dalam sekeping hati,malaikat dan iblis selalu mendekat. Bujuk rayunya berusaha untuk memikat. 
Dalam tiap langkah sanubari,kadang tak menyadari,kalau dzat yang sangat dekat,melekat di urat nadi,selalu melihat.Bersimpuh dengan jiwa yang keruh,mencoba untuk mendekat pada sang abadi. Mudahnya hati ini tercabik,karena ego dan nafsu yang tak mudah kutampik. Tuhan,kalau bs ku memilih sebelum ku dilahirkan,aku lebuh memilih menjadi batu. Tanpa tau menau ,Apa ini,dan apa itu. Sehingga ku takharus berat menahan godaan dosa yang pasti Nista.

(Keperawanan Sunyi)
Segarnya mandi di sungai,menurunkan panasnya temperatur dalam pikiran.Airnya yang jernih,menyulap kegundahan menjadi kesejukan. Bercengkrama dengan bebasnya alam ,dengan nyayian burung2 dan kera2 yang saling bersahutan di tengah hutan Rimbunnya Taman Nasional Gunung halimun salak. Tak di temui Sebatang korek ataupun bungkusan permen. Keperawanannya sungguh mengagumkan,dengan jalur yang mendebarkan. Namun terasa menyenangkan saat mengubahnya menjadi sebuah kenikmatan.

(Keranjang Presiden)
Raga yang telah tua itu,masih bersemayam semangat jiwa yang muda. Pikulan Keranjang Seusia Bp Presiden jadi saksi tiap insiden.Keranjang yang tiap musim berganti isi,dia jajakan demi sebakul nasi. Dia tau,tikaman kehidupan begitu kejam.Dengan kaki yang tak beralas,tak jadi alasan untuk membuatnya malas.Kepala dengan hiasan rambut yang beruban ,di tutupinya dengan kopiah,dalam mencari nafkah. Kakek,harusnya kau menikmati masa tuamu,generasimu mungkin sudah mampu membuatkan istana dengan gemerlap lampu2.

(Celoteh)
Senandung celoteh manusia mengalir dari mulut kemunafikan penuh nasihat.gaya bicaranya yg tenang,seolah dia sudah menang dan tenang.Namun apa kau yakin.kalau kau takkan berbelok. sementara dunha begitu elok,dgn godaannya yg mencolok. qt msh muda kawan,ego qt msh timbul tenggelam. sebaiknya,qt saling berkaca,tanpa harus membaca,siapa kau,siapa aku.Karna qt takkan pernh sempurna dlm berkelana. yakinlah,hidup ini fana,dan pasti sirna.

(N we Will Be Pass)
Hari telah membuka pagi,tapi aku masih terjaga bersama gelap yang meyelimuti hari. Heningnya membuat pikiran mengembara,hingga ku teringat sang dara yang telah berkeluarga.

Hee..It so Funny..


Sepertinya dia tak berubah,dia tetap manja walau telah bersanding dengan yang di puja. Aku harap dia tidak meringis dan tetap Optimis. Do'aku di saat sebagian makhluk tuhan tertidur mendengkur,agar kau sel
alu akur dan makmur.

Sementara,aku masih menyusun masa depan. dan pasti akan segera menyusul,dengan segala impian dan harapan. Kuyakin.. tuhan memberikan jalan,untukku,dan juga untukmu. Tuhan maha baik,jangan pernah gelisah,selagi kita masih mau membentangkan sajadah.

Dan jangan kau menangis,apalagi egois,karena semuanya pasti akan berlalu dan tak selalu Kelabu.

N We Will Be Pass.


(Langit memanggil Sahabat2ku)
Biru langit begitu mempesona seakan memanggil hati ini tuk menari bersama menghabiskan sisa hari. Bisikan angin menyen
tuh telingaku.Rasanya berat hati ini bila terpaksa meninggalkan sejenak keindahan ini.Aku terpaksa melangkahkan kakiku yang lemah dan bersujud.ini kembali ke peraduan,karena malam telah memanggil sahabat-sahabatku.

(Kopi Mentari)
D dalam pagi,ku berselimut sinar mentari. secangkir kopi,temani damai dan tenangnya jiwa.Asap putih sudah lm meracuni kdua paru2,namun tetap setia bersahabat.langit tak bermega,tak menyurutkan mentari yg tetap setia menebarkam keharuman hangat sinarnya.

(Dekapku Untukmu)
Kusediakan dekapku untukmu,dan kubiarkan engkau tertidur dalam kehangatan dan melupakan yang telah membuat mu menjadi dewi yang rapuh. Ingatlah,esok hari masih panjang
dan akan berikan kehangatan di tiap indahnya pagi.
Agar kau kembali menghiasi bumi...

dengan anggunmu.


Tuhan...Bagiku cukup satu bidadari saja untuk membuatku bahagia. meski Kau janjikan seribu bidadari surga,bukan tak mau tetapi bagiku cukup satu bidadari saja untuk kuberikan cinta,meski bukan dari surga karena bidadari ini ada di dunia. 
 Tak terasa sudah berganti hari.
Malam kelam gelap yang Menikam. Anginpun ikut bersemayam. disini masih terpaku dengan pikiran yang tersulam runyam. Jasad-jasad terbaring dalam peraduan yang menghadirkan kenyamanan,berharap esok pagi mendapatkan keberkahan . Selamat Pagi Sahabat. Selamat Istirahat dengan pikiran yang Sehat. Aku Cinta Kalian.

Aku punya cinta yang sederhana,namun berlautkan mega dan savana. tak mampu ku berjanji memberi singgasana megah dan merona. bertiangkan do'a,ku ajak kau bercengkrama dengan tujuh bunga,dua belas bulan berbeda,dan duapuluh empat jarum yang menggoda
.